Pentingnya Membangun Mental Kepemimpinan Seorang Santri

Di setiap diskursus tema kepemimpinan selalu muncul pertanyaan klasik: Apakah pemimpin itu dilahirkan atau dibentuk? Para ahli leadership masih berbeda pendapat tentang hal ini. Ada yang mengatakan bahwa kepemimpinan itu mutlak di wariskan tapi ada juga yang berpendapat kepemimpinan adalah proses pembelajaran. Saya lebih cenderung sepakat dengan pandangan yang mengatakan bahwa leadership adalah gabungan sifat-sifat yang dibawa sejak lahir berkombinasi dengan proses alami yang terjadi dalam belajar sehari-hari lewat pengalaman nyata atau kehidupan yang dijalankan seseorang.

Istana Mulia meyakini bahwa semua santri memiliki potensi dan/atau bakat kepemimpinan yang bisa dikembangkan atau ditingkatkan kapasitasnya. Memang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, begitu kata pepatah. Sifat atau karakter seseorang akan menurun kepada anaknya. Seberapa besar bakat dan potensi kepemimpinan yang dimiliki santri sangat dipengaruhi oleh kedua orangtuanya dan lingkungan keluarganya. Tetapi seiring dengan masa pertumbuhannya sifat-sifat tersebut akan banyak dipengaruhi oleh faktor luar seperti proses pendidikan, pertemanan, pengalaman, dan sebagainya. Disinilah kemudian peran lembaga pendidikan menjadi penting untuk menumbuhkan, mewadahi, memfasilitasi atau berupaya meningkatkan talenta kepemimpinan santri, seberapapun potensi yang dimilikinya.

Mengapa membangun leadership atau kepemimpinan bagi santri Istana Mulia menjadi penting? Ya, sebagai generasi penerus kelak mereka akan menghadapi situasi tantangan kehidupan yang kebih berat di masa yang akan datang. Sumber daya makin sedikit, jumlah manusia lebih banyak, kesempatan makin sulit, persaingan makin berat, dan hidup bukan menjadi lebih mudah. Untuk menghadapi itu semua dibutuhkan pribadi yang kuat yang memiliki kepemimpinan yang baik, terutama memimpin diri sendiri terlebih fahulu sebelum mengambil kesempatan untuk memimpin orang lain. Dibutuhkan pendidikan untuk membangun leadership sejak usia balita, sejak usia dini, dan sejak usia remaja.

Kepemimpinan yang hakiki, selalu dimulai dari diri sendiri. Karena jika leadership sudah tertanam didalam diri, maka kita akan dengan mudah menularkan kepada orang lain. Kepada keluarga sahabat, hingga masyarakat sekitar. Bahkan Umar bin Khattab mengatakan,’ ta’alamu qobla antasudu (belajarlah sebelum kamu memimpin)’. Apalagi saat ini Indonesia sangat membutuhkan pemimpin yang berintegritas, berkapasitas, berpengalaman, dan memahami agama Islam secara baik. Dan dengan cara kita mempersepsi ulang kepemimpinan, bahwa kepemimpinan adalah sesuatu yang harus dibangun dan dijaga. Bukan untuk dikejar. Maka kita akan keluar dari carut-marut politik yang tidak produktif, dan mulai mengerjakan hal-hal besar yang bisa dikerjakan, karena kita sudah memiliki pemimpin yang memiliki kompetensi leadership way yang tangguh.
Maka penting kepada santri dibangun kesadarannya dan diberikan pemahaman tentang apa dan bagaimana ciri-ciri seorang santri bertalenta pemimpin. Sehingga dapat menjadi sugesti bagi santri untuk menghadirkan karakter tersebut dalam dirinya. Antara lain:

1. Kesadaran Pentingnya Tanggungjawab
Salah aspek dalam jiwa kepemimpinan adalah sikap tanggung jawab, oleh karena untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan anak sebaiknya mengajarkan anak pentingnya memiliki sikap tanggung jawab. jadi bagaimana menumbuhkan sikap tanggung jawab pada anak ? Cara Menumbuhkan sikap tanggung jawab pada anak bisa dengan memberikan amanah atau tugas kepada anak untuk diemban, bisa juga dengan menjadikan anak tersebut sebagai ketua kelompok atau ketua kelas sehingga merasa bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya sekaligus melalui cara tersebut jiwa kepemimpinan anak akan terbentuk.
Rasulullah saw telah mengajarkan untuk peduli dan bertanggung jawab dari hal yang paling kecil. Beliau mengajarkan bahwa perbuatan membersihkan sesuatu dijalan agar orang lain tidak celaka adalah sedekah yang besar, tidak kalah dengan sedekah harta. Al-Qur’an pun sangat perhatian dengan urusan tanggung jawab

2. Kesadaran Pentingnya Disiplin
Hampir semua orang yang sukses menjadi seorang pemimpin atau memiliki jiwa kepemimpinan dalam dirinya menerapkan disiplin tinggi dalam hidupnya. Disiplin dalam beribadah. Disiplin terhadap waktu. Disiplin dalam perencanaan yang telah dibuat. Disiplin dalam berbagai hal. Disiplin adalah cara agar waktu yang ada bisa digunakan seefektif mungkin. Dengan melatih diri menjadi pribadi yang disiplin terhadap segala hal akan membuat karakter kepemimpinan muncul pada diri pribadi.

3. Kesadar Pentingnya Bersikap Jujur
Kejujuran adalah modal penting dalam kepemimpinan. Pemimpin sukses cenderung memiliki kualitas kejujuran dan dapat dipercaya. Kejujuran membuat seorang pemimpin dapat dipercaya dan layak untuk diberi kepercayaan oleh para pengikutnya.

4. Kesadaran Pentingnya Sikap Berani
Salah satu ciri seorang pemimpin adalah memiliki keberanian dan selalu siap menanggung konsekuensi dari apa yang diputuskannya. Lalu bagaimana cara menumbuhkan sikap berani pada anak? Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan sikap berani pada anak misalkan menunjuknya untuk berdiri didepan kelas untuk menjawab soal-soal, melakukan perlombaan yang menguji mental anak, menunjuknya sebagai pemimpin upacara dan masih banyak hal lainnya.

5. Kesadaran Pentingnya Sikap Berkasih Sayang Terhadap Sesama
Kasih sayang terhadap sesama atau perasaan simpati dan empati terhadap keadaan orang lain merupakan benih-benih cinta yang bisa menumbuhkan sikap ingin melindungi dan menjaga orang yang dicintainya hal tersebut sebenarnya adalah bagian dari jiwa kepemimpinan.